![]() |
| Penulis : Wahyu F |
Malam ini mungkin masih sama dengan malam yang lain
Terjebak dalam lorong ini
Tanpa cahaya lampu ataupun lilin
Sepi dan sunyi kadang juga bising
Seluruhnya mengintaiku
Merayap masuk ke dalam ruang sempit ini
Ada yang mencoba merayu
Ada juga yang mencoba merajuk diri
Kadang kudengar bisikan tawa sinis di telinga kiri ku
Menertawakan keadaan diri ini
Yang katanya mampu hidup dimanapun
Tapi tak mampu menyelamatkan diri sendiri
Mungkin energi ini sudah habis
Lelah menggelayut manja di seluruh badan
Membunuh waktu dengan meringis
Sampai pada di persimpangan jalan
Persimpangan jalan tempat kita bertemu
Tempat yang membuatku untuk terus memilih
Ke kanan, ke kiri, atau putar arah sambil menggerutu
Karena sama tahu resiko apa yang dipilih
Namun tidak seharusnya berdiam diri
Lebih baik putar arah, belok ke kiri atau ke kanan
Jawaban pun tidak semestinya harus selalu dicari
Setidaknya dengan melanjutkan kita dapat menemukan asupan
Bukankah perihal hidup itu melanjutkan?
Lalu mau sampai kapan berdiam diri
Berdiam diri hidup dalam kenangan
Sungguh ini lebih berat dari mendapatkan sepiring nasi
Masih banyak mulut yang harus kau kasih asupan
Masih banyak pikiran pikiran yang harus kau kelabui
Mereka merengek seperti anak perantauan yang jarang sarapan
Hingga membuat lemah memikirkan jalan hidup ini.
